|
Upaya Menurunkan Penggunaan Sarung Tangan Secara Tidak Tepat Guna Oleh Perawat Dalam Melakukan Tindakan Keperawatan Di Instalasi Rawat Inap B Lantai IV Kanan RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta, 2007
Problem solver : Ns.Yandih Mardean,S.Kep
|
|
Masalah
|
Sebagai ruang percontohan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) dimana penerapan asuhan keperawatan dilaksanakan sesuai standar termasuk penggunaan sarung tangan sebagai sarana Universal Precaution. Dan sebagai tempat mahasiswa keperawatan melakukan praktek lapangan serta sering menerima kunjungan profesi untuk belajar, maka dirasakan sangat penting untuk mengajarkan penggunaan sarung tangan yang tepat guna sehingga tepat dampak bagi subyek maupun objek dan berpengaruh pada efisiensi manajemen secara lebih luas.
Dari pengamatan terdapat 40% tindakan keperawatan yang menggunakan sarung tangan tidak tepat guna dilakukan di ruangan ini, hal ini berdampak pada sikap profesional perawat dan keselamatan pasien serta pemborosan yang bisa dicegah.
|
|
Intervensi
|
- Membuat Lembar Observasi Penggunaan Sarung Tangan dalam tindakan keperawatan berdasarkan literatur tindakan keperawatan.
- Menyusun SOP Tindakan keperawatan berkaitan dengan penggunaan sarung tangan berdasarkan hasil konsultasi dengan Kepala Ruangan dan Supervisor Rawat Inap
- Mensosialisasikan SOP dengan terlebih dahulu diujicoba dengan bantuan para perawat primer ruangan.
- Melakukan bimbingan kepada perawat assosiat.
- Melakukan monitoring dan evaluasi dalam pertemuan rutin bulanan ruangan untuk memperoleh masukan tentang pelaksanaan kegiatan ini.
|
|
Waktu
|
4 (empat) bulan
|
|
Anggaran
|
Rp. 0,- - tidak diperlukan anggaran tambahan
|
|
Hasil
|
Dalam kegiatan PSBH yang dilakukan tampak hasil yang sangat signifikan tentang Penggunaan Sarung Tangan yang tepat guna dalam tindakan keperawatan, yang pada awal kegiatan hanya 60% (Februari 2007) menjadi 98%( per 25 mei 2008), hal ini sangat berdampak pada pembiayaan operasional pengadaan sarung tangan.
|
|
|
|
Upaya Menurunkan Angka Batal Operasi Katarak Di Poliklinik Mata RSU Dr.Soedono Madiun Tahun 2007
Problem Solver : dr.Asli Samadi
|
|
Masalah
|
Berdasarkan laporan kegiatan poliklinik mata terdapat 10% pasien calon operasi katarak yang batal operasi dan juga menimbulkan penyulit pada saat operasi karena belum melaksanakan persiapan operasi katarak dengan benar yang diberikan oleh dokter. Hal ini terjadi karena persyaratan persiapan operasi masih diberikan secara lisan.
|
|
Intervensi
|
- Melakukan penyusunan syarat persiapan operasi katarak bersama dokter spesialis mata.
- Membuat Lembar Persiapan Operasi Katarak untuk dibagikan kepada calon pasien operasi katarak.
- Mensosialisasikan Lembar Persiapan Operasi Katarak kepada perawat poliklinik mata.
- Dengan bantuan perawat, Lembar Persiapan Operasi Katarak diberikan kepada calon pasien operasi disertakan dengan penjelasan.
- Melakukan monitoring dan mengevaluasi pemberian Lembar Persiapan Operasi Katarak dari perawat kepada calon pasien operasi.
|
|
Waktu
|
5 (empat) bulan
|
|
Anggaran
|
Rp. 0,- - tidak diperlukan anggaran tambahan
|
|
Hasil
|
Dalam kegiatan PSBH yang dilakukan tampak hasil yang sangat signifikan tentang Pembatalan Operasi Katarak yang mengalami penurunan yang berdampak pada kepuasan pasien dan meningkatkan revenue RS khususnya untuk operasi katarak. Dari sebelum kegiatan PSBH sebanyak 10% calon pasien operasi katarak tidak dapat dioperasi, turun menjadi rata-rata 3,39% setelah PSBH. Penurunan ini tampak dalam grafik disamping ini
|
|
|
|
Upaya Menurunkan Angka kerusakan Tensimeter Beroda Di Instalasi Rawat Inap RS Kanker Dharmais Jakarta Tahun 2007
Problem solver : Wisnu Handoyo,ST
|
|
Masalah
|
Berdasarkan data kerusakan di Instalasi Pemeliharaan Sarana terdata sebanyak 12,5% per bulan terjadi kerusakan pada tensimeter beroda. Hal ini terjadi karena cara membawa tensimeter yang salah dan tensimeter jatuh karena roda macet terlilit rambut. Masalah ini sangat mempengaruhi pelayanan di Instalasi Rawat Inap yang merupakan revenue centre dari RS.
|
|
Intervensi
|
- Menyusun SOP Pemeliharaan Tensimeter Beroda serta petunjuk/ tips membawa tensimeter beroda yang benar.
- Menyusun jadwal pelaksanaan pemeliharaan dan checklist evaluasi pemantauan, pengecekan dan pembersihan tensimeter.
- Melakukan sosialisasi SOP saat penyerahan kembali tensimeter beroda yang telah selesai dilakukan pemeliharaan dan perbaikan kepada perawat ruangan dan penanggungjawab peralatan di Instalasi Rawat Inap.
- Melakukan demonstrasi atau peragaan cara membawa tensimeter beroda yang benar kepada user.
|
|
Waktu
|
3 (empat) bulan
|
|
Anggaran
|
Rp. 0,- - tidak diperlukan anggaran tambahan
|
|
Hasil
|
Dalam kegiatan PSBH yang dilakukan tampak hasil yang sangat signifikan tentang Penurunan Angka Kerusakan Tensimeter Beroda di Instalasi Rawat Inap dari 12,5% menjadi 0%.
|
|
|
|