BG-4

Management for Better Hospitals

Dari Pengalam YIMS di berbagai rumah sakit di indonesia dan juga di luar negeri, tidak ada satupun rumah sakit yang tidak mempunyai masalah manajemen. Masalah manajemen berkisar di sekiling masalah:

  1. Visi, misi, tujuan dan strategi pengembangan dan strategi busines rumah sakit dibuat beberapa tahun lalu sekarang sudah tidak cocok lagi.
  2. Statuta rumah sakit, hospital by-laws dan medical by-laws yang mengahambat pengoperasian rumah sakit.
  3. Struktur organisasi, tata hubungan kerja antar unit dan job description yang tidak jelas.
  4. Standard Operasional Procedures (SOP) yang tidak sesuai atau yang tidak dijalankan.
  5. Kepemimpinan dan motivasi yang kurang menunjang pengembangan rumah sakit

YIMS mempunyai pengalaman untuk membantu rumah sakit dan institusi lain dalam mengatasi masalah manajemen yang mereka hadapi. Pendekatan yang digunakan dalam mengatasi berbagai masalah manajemen tersebut adalah dengan pendekatan pemberdayaan (empowerment).

Hal ini berarti bahwa manajemen dan staf rumah sakit yang akan mengatasi masalah dan meningkatkan manajemen rumah sakit mereka sendiri dengan bantuan dari para fasilitator dan associates YIMS.

Pendekatan ini ternyata jauh lebih ampuh, berhasil dan sinambung dibandingkan dengan meminta manajemen dan staf rumah sakit  untuk menjalankan suatu sistem yang dikembangkan di luar rumah sakit untuk dijalankan di rumah sakit.

Proses

  • YIMS melaksanakan asesmen dari seluruh rumah sakit atau bagian rumah sakit yang ingin ditingkatkan. Assessment berupa assessment dokumen dan interview dengan para manajer dan pelaksana terkait.
  • YIMS mempresentasikan hasil assesmen dan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan. Apabila rumah sakit setuju dengan hasil assessment dan rencan tindak lanjut, akan dilakukan intervensi.
  • Tergantung situasi dan kondisinya, intervensi bisa berupa:

Masalah

Proses/intervensi antara lain:

Visi, misi, tujuan dan strategi pengembangan, business plan RS

Visioning exercises bersama stakeholder & manajer RS:

  • Menganalisa pasar dan competitor
  • Menentukan arah dan strategi RS
  • Statuta RS, hospital by-laws, medical by-laws
  • Struktur organisasi, tata hubungan kerja, job description

Indepth discussion bersama stakeholder, ahli hukum dan manajer RS:

  • Perubahan aspek legal
  • Perubahan struktur organisasi
  • Perubahan berbagai kebijakan
  • SOP belum lengkap, tidak sesuai atau tidak dijalankan
  • Kepemimpinan atau motivasi yang kurang menunjang pengembangan RS

Pendekatan pemberdayaan melalui pelatihan dan perubahan perilaku

Leadership dan motivational exercises

 

Lama Waktu dan Biaya

Lama waktu intervensi tergantung dari luas dan kompleksnya masalah yang ingin diatasi. Lama waktu minimal 3 bulan untuk masalah yang relatif terbatas.  Besar biaya akan di bicarakan dengan pihak rumahsakit.

We Help You Solve Your Problems.
[Home] [Indonesian] [YIMS] [Initisiatif] [English] [Contacts] [Success Stories] [Downloads] [Guest book] [News] [FAQ] [Links]

Webmaster: yims@indofbh.org