Beranda | Admin | Clipper

 


Your browser does not support applets.

SmuglingIllicitTradeList


07 July, 2011

 

   Klipping

bullet Health
bullet Smoke Free
bullet Pack Labelling Warning
bullet Tax & Price
bullet Smuggling & Illicit Trade
bullet Companies
bullet Related Activities
bullet Ads, Promo, Sponsor
bullet Other

   Data & Info

bullet KTR ilink
bullet Data Fact Sheet
bullet Peraturan & Kebijakan
bullet Resources
bullet Riset ilink
bullet Informasi

  Polling

Setujukah anda dengan
Kawasan Tanpa Rokok?
Terima Kasih
Pages: 1 (1)
06/07/2011 10:14:31

Bahan Makanan Pemicu Inflasi Juni 2011

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan hargapangan meywnbang inflasibulanJuni2011 sebesar 0,55persen dengan lanju inflasi inti Juni 2011 yakni 0,33 persen. Inflasi kali ini didorong kenaikkan harga pangan yang signifikan.Kepala BPS Rusman Hermawan di Jakarta, Jumat (1/7), mengatakan, sampai minggu ketiga harga-harga pangan masih naik 0,1-0,2 persen. Tapi minggu keempat harga pangan mulai naik signifikan.Dengan demikian, inflasi sepanjang bulan Januari hingga Mei 2011 tercatat 1,C5 persen, sedangkan inflasi year-on-year (YoY) sebesar 5,54 persen dengan inflasi inti YoY sebesar 4,63 persen.Adapun penyumbang inflasi disebabkan oleh bahan makanan sebesar 0,3 persen, dimana disumbang dari beras sebesar0,07 persen, daging ayam ras 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen, telor ayam ras 0,05 persen, ikan segar 0,04 pesen dan rokok 0,03 persen.Dari 66 kota, sebanyak 65 kota terjadi inflasi, sedangkan 1 kota terjadi deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 3,76 persen persen dan Sorong 2,35 persen. Kota yang terjadi deflasi yaitu Tanjung Pinang 0,57 persen.


By. CT-1
06/07/2011 10:13:45

Harga Emas Naik Picu Inflasi di Jakarta

Melambungnya harga emas perhiasan sebesar 0,097 memicu terjadinya inflasi di DKI Jakarta. Laju inflasi di OKI Jakarta selama Juni 2011 mencapai 0,43 persen, meningkat tajam dibandingkan laju inflasi yang hanya mencapai 0,15 persen pada bulan sebelumnya.Hal ttu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Agus Suherman, kemarin. Menurutnya, laju inflasi tahun 2011, selama Januari-Juni 2011 mencapai 1,33 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun DKI Jakarta mencapai sebesar 5,36 persen. Diprediksikan, kondisi ini akan terus terjadi hingga dua bulan ke depan karena memasuki memasuki bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri.Laju inflasi selama Juni 2011 di DKI Jakarta lebih tinggi daripada laju inflasi nasional di Juni 2011 yang mencapai 0,33 persen. Kenaikan inflasi ini dipicu karena kenaikan harga-harga kelompok sandang, seperti emas yang terus naik dari bulan ke bulan," kata Agus , kemarin.Ia memprediksi, kemungkinan besar pada bulan Juli danAgustus akan terjadi kenaikan inflasi, karena memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, BPS berharap, Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta berupaya keras menekan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi.


By. idm
06/07/2011 10:13:00

Inflasi Juni di atas Prediksi BPS

JAKARTA Badan Pusat Statistik mengakui malu atas kesalahan prediksi inflasi Juni 2011 yang sebelumnya diperkirakan lebih rendah dari realisasi sebesar 0,55%.Kepala BPS Rusman Heriawan memaparkan lembaganya mencatat inflasi Juni sebesar 0,55%, lebih rendah dari prediksinya yang berkisar 0,l%-0,2%. Dengan realisasi tersebut, maka inflasi tahun kalender mencapai 1,06% dan inflasi Juni secara tahunan [year-on-year) sebesar 5,54%."Saya agak malu, sering bilang [ke media] inflasi Juni 0,l%-0,2%. Memang sampai minggu ketiga harga-harga masih kami lihat di kisaran itu, tetapi minggu keempat ada kenaikan signifikan terhadap harga-harga bahan pokok sehingga hasil akhir jadi 0,55%," ujarnya kemarin.Inflasi tahun kalender, lanjut Rusman, mengalami kenaikan dari sebelumnya di bawah 1% menjadi1,06% pada Juni. Sementara inflasi year-on-year justru turun dari 5,98% pada Juni 2010 menjadi 5,54%."Pada Juni [2010] angka inflasi 0,97% dibandingkan dengan inflasi Juni 2011 sebesar 0,55%, inflasi secara tahunan jadi tertarik ke bawah."Untuk inflasi inti, Rusman mengkhawatirkan tren yang terus meningkat, meskipun belum menyentuh 5%. Inflasi inti Juni tercatat sebesar 0,33%, sedangkan secara year-on-year 4,63%. Menurut Rusman, inflasi atas harga-harga yang diatur pemerintah pada Juni sebesar 5,61%, sedangkan inflasi atas harga bergejolak 8,57%. "Inflasi volatile itu yang terbaik, bagus."


By. Agust Supriadi
06/07/2011 10:12:07

Harga Beras Naik, Inflasi Capai 0,55 Persen

JAKARTA (Suara Karya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni terjadi inflasi sebesar 0,55 persen yang disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras dan daging ayam ras pada minggu keempat Juni. "Sampai minggu ketiga, perkiraan masih 0,1-0,2 persen, namun pada minggu keempat ada kenaikan signifikan harga pangan pokok," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (1/7).Menurut Rusman, beras dan daging ayam ras menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen dan telur ayam ras 0,05 persen dari keseluruhan 0,55 persen. Kemudian, ikan segar juga ikut menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen serta rokok kretek filter dan emas perhiasan masing-masing 0,03 persen.Sedangkan komoditas penyumbang deflasi adalah cabai merah 0,03 persen serta cabai rawit dan gula pasir yang masing-masing menyumbang 0,02 persen.Secara keseluruhan, Rusman mengatakan, kelompok bahan makanan menyumbang andil inflasi sebesar 0,30 persen, kelompok makanan jadi minuman rokok dan tembakau 0,08 persen, kelompok perumahan air listrik gas dan bahan bakar 0,07 persen. Sedangkan kelompok sandang 0,04 persen, kelompok transportasi komunikasi dan jasa 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen dan kelompok pendidikan rekreasi olahraga 0,01 persen.


By. N/A
28/06/2011 10:22:35

Belajar ke Luar Negeri Tanpa Beasiswa

Beasiswa tidak harus menjadi sumber pendanaan utama belajar ke luar negeri. "Yang penting adalah informasi. Kalau sudah tahu bagaimana cara dan biaya hidup di negara tujuan, maka biaya bisa dicari," tegas Kepala Bidang Komunikasi Poetra Sampoerna Foundation (PSF), Nila Tanzil.Terkait hal tersebut, kata Nila, PSF mendirikan Access Education Beyond, yang merupakan bentuk bisnis sosial dari PSF. Melalui konsep bisnis sosial, organisasi tidak bergantung sepenuhnya pada donatur (donor). Sebab, organisasi ini dapat menghasilkan revenue dari unit bisnisnya.Hal yang membedakan institusi bisnis sosial dengan perusahaan biasa adalah institusi bisnis sosial tidak mengambil keuntungan untuk para pemegang saham. Penghasilan yang diperoleh digunakan sepenuhnya untuk membiayai program-program sosial.Nila menambahkan, Access Education Beyond (Access) adalah program persiapan dan kemitraan untuk pendidikan tinggi internasional. Program ini memungkinkan lulusan SMA, mahasiswa dan kaum profesional untuk mengakses pendidikan berkualitas tinggi di seluruh dunia. "Access adalah satu-satunya penasehat pendidikan hasil kerja sama dengan


By. Irwan Kelana
01/06/2011 19:41:26

221.800 Rokok Ilegal Disita Bea dan Cukai

KUDUS, KOMPAS.com — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah, menyita sebanyak 221.800 batang rokok ilegal dari beberapa merek.Menurut Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Budi Hary Wicaksono, di Kudus, Rabu, menjelaskan, penyitaan ratusan ribu rokok ilegal tersebut berawal dari kegiatan surveillance dan pengamatan yang dilakukan oleh unit intelijen KPPBC Tipe Madya Kudus."Hasilnya, petugas berhasil mendapatkan informasi tentang tempat produksi rokok ilegal di salah satu rumah warga


By. Benny N Joewono
01/06/2011 19:40:24

Banyak Produk Rokok Gunakan Pita Cukai Ilegal di Pelosok Desa

Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), menemukan produk rokok yang belum mempunyai nama dengan pita cukai ilegal yang di jajakan di warung-warung kecil di pelosok desa di wilayah Kabupaten Purwakarta yang mencapai 18 persen."Kami banyak menemukan sigaret yang memakai pita cukai ilegal di pelosok pedesaan. Kebanyakan nama-nama produk tersebut plesetan dari nama-nama rokok ternama," ujar Ilyas Hasanudin Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen Disperindag UMKM Kabupaten Purwakarta kepada Pelita di Purwakarta, Rabu (25/5).Menurut [ryas, produk-produk rokoket yang banyak dijual di warung pelosok desa tersebut kebanyakan produk yang ndak punya nama, disamping harganya pun cukup murah. Selain itu, kebanyakan warga desa jarang yang memperhatikan bahkan tidak tahu apakah produk tersebut legal atau tidak, yang terpenting harganya jauh lebih murah.Untuk mengantisipasi penyebaran produk-produk yang menggunakan pita cukai ilegal, lanjut Ilyas, Disperindag dan UMKM Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pedagang yang ada di peloksok desa tentang cukai rokok. Hal itu, untuk memberikan wawasan tentang pita cukai rokok.


By. yan

copyright TCSC 2011